Selasa, 03 Desember 2019

RANGKUMAN SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT PARU





1.1           Latar Belakang

Masyarakat tidak menduga bahwa gejala penyakit pernafasan seperti sesak napas, batuk, tenggorokan gatal, bisa juga akan menimbulkan penyakit yang lebih serius, hal ini juga banyak dipengaruhi oleh keengganan masyarakat untuk melakukan konsultasi ke dokter. Pendidikan dokter masa kini akan melahirkan dokter masa depan yang lingkungan kerjanya tidak akan lepas dari aplikasi teknologi informasi.  Kelambanan yang dirasakan banyak mahasiswa kedokteran saat melakukan kepaniteraan untuk melakukan identifikasi dan diagnosa serta menentukan tindakan medis yang tepat terhadap penyakit, lebih khusus untuk penyakit saluran pernafasan sering dipandang sebagai halangan yang memberatkan.
Penyakit paru dan saluran napas merupakan pernyakit yang tingkat kejadianya cukup luas dan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan suku bangsa. Paru merupakan organ vital bagi tubuh, sehingga kesehatan paru sangatlah penting untuk dijaga. Lingkungan yang kotor, polusi udara yang kian bertambah berat serta pola hidup tidak sehat menyebabkan penyakit paru. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab penyakit pada saluran pernafasan dan paru, misalnya zat yang berasal dari lingkungan sekitar, seperti polusi udara, bakteri, virus, dan lain sebagainya.
Pada beberapa penyakit yang mengenai paru, ada beberapa keluhan-keluhan yang sering ditemukan.  Keluhan-keluhan itu adalah batuk, dahak (sputum), sesak napas, batuk darah, sweezing (mengi), nyeri dada.  Adapun beberapa jenis penyakit paru antara lain: Tuberculosis Paru, Bronkhiektasis, Bronchitis Kronik, Asma Bronkhiale, Pneumonia, dan efusi Pleura.
Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut penulis mencoba membuat program sistem pakar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah-masalah penyakit saluran pernafasan bagian bawah dan paru khususnya yang sering muncul dan di alami oleh manusia. Perhitungan ketidakpastian diperlukan dalam sistem pakar untuk dapat meyakinkan pasien (pengguna sistem) akan hasil diagnosa yang dihasilkan sehingga sistem pakar yang dibuat benar-benar seperti layaknya diagnosa seorang dokter sebagai pakar dalam bidang tersebut. Oleh karena itu dibangun suatu sistem pakar yang dapat membantu intelektual kesehatan, mahasiswa kedokteran maupun pakar untuk mendiagnosa penyakit pada saluran pernafasan dan paru menggunakan metode certainty factor (CF).

1.2           Tujuan

·         Memberikan wawasan dalam pengenalan sistem pakar  Untuk Mendeteksi Penyakit Saluran Pernapasan
·         Untuk membantu mengatasi masalah-masalah penyakit saluran pernafasan bagian bawah dan paru khususnya yang sering muncul dan di alami oleh manusia.

1.3           Metode Penelitian

aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada saluran pernafasan dan paru menggunakan metode certainty factor (CF). Langkah yang dilakukan dalam suatu penelitian meliputi pengumpulan data dan proses analisis. Selanjutnya data tersebut diolah untuk mendapatkan kesimpulan. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem Waterfall (Model Air Terjun) yaitu analisis dan definis persyaratan, perancangan sistem dan perangkat lunak, implementasi sistem (coding) dan pengujian unit, integrasi dan pengujian sistem kemudian operasi dan pemeliharaan.

1.4           Pembahasan

Dari masing-masing proses tahap pengembangan sistem didapatkan hasil sebagai berikut :
 a. Pengumpulan Kebutuhan Sistem Proses pengumpulan kebutuhan sistem dimulai dengan analisis kebutuhan sistem. Analisis dilakukan dengan mewawancarai dokter spesialis sebagai pakar yang berkompeten.  Hasilnya antara lain data penyakit pada saluran pernafasan dan paru, penyebab penyakit, gejala penyakit, dan solusi untuk masing-masing penyakit.
 b. Membangun Basis Pengetahuan Dalam pembuatan dan membangun Sistem Pakar, langkah-langkah yang selanjutnya digunakan adalah menentukan basis pengetahuan (knowledge base). Dengan membentuk basis pengetahuan, berarti memasukkan fakta-fakta yang dibutuhkan oleh system.

1.5           Kelebihan Jurnal


Dalam jurnal ini banyak sekali metode yang bisa kita pelajari seperti salah satunya CERTAINTY FACTOR (Faktor kepastian). Digunakan mengakomadasi ketidakpastian pemikiran (inexact reasoning) seorang pakar. Teori ini berkembang bersamaan dengan pembuatan sistem pakar MYCIN. CF merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan. Kelebihan dari metode CF adalah dapat mengukur sesuatu yang pasti atau tidak pasti dalam pengambilan keputusan pada sistem pakar diagnosa penyakit.

1.6           Kesimpulan


·         Perangkat lunak yang dihasilkan mampu mengidentifikasi penyakit dengan mendokumentasikan informasi mengenai pengetahuan dari pakar (dokter spesialis pernafasan dan paru).
·         Sistem Pakar memberikan solusi dan alternative dengan membangun suatu sistem pakar diagnosa penyakit pernapasan yang akurat dan cepat yang bertujuan untuk mempermudah seorang dokter dan pasien. Salah satu cara dalam membangun suatu sistem pakar diagnosa penyakit yang sederhana, cepat dan akurat seperti yang peneliti kembangkan sekarang dibutuhkan dalam suatu sistem tersebut dengan adanya pemahaman dan pembelajaran maka suatu aplikasi yang sederhana akan tercipta dan sistem akan dapat digunakan untuk mendiagnosa gejala yang ada sehingga sistem akan cepat mengetahui penyakit yang diderita.




Daftar Pustaka

[1]     Wijaya, Indriani., 2010, Buku Pintar Atasi Asma, Pinang Merah.Yogyakarta
[2]   Nurman A, Fajrin., 2009, Sistem Pakar untuk Menangani Penyakit Jantung dengan Metode Certainty Factor. Skripsi S1, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
 [3]   Kusumadewi, Sri., 2003, Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya), Graha Ilmu, Yogyakarta.
 [4]   Santosa, Slamet., 2006, Sistem Pakar untuk Mendeteksi Penyakit Saluran Pernapasan, Skripsi S1, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
[5]   Rusli, Fita., 2008, Sistem Pakar untuk Mendiagnosa secara Medis Penyakit Paru Menggunakan logika Fuzzy, Skripsi S1, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.



LINK JURNAL :




SBD