1.1
Latar Belakang
Masyarakat tidak menduga bahwa gejala penyakit
pernafasan seperti sesak napas, batuk, tenggorokan gatal, bisa juga akan
menimbulkan penyakit yang lebih serius, hal ini juga banyak dipengaruhi oleh
keengganan masyarakat untuk melakukan konsultasi ke dokter. Pendidikan dokter
masa kini akan melahirkan dokter masa depan yang lingkungan kerjanya tidak akan
lepas dari aplikasi teknologi informasi.
Kelambanan yang dirasakan banyak mahasiswa kedokteran saat melakukan
kepaniteraan untuk melakukan identifikasi dan diagnosa serta menentukan
tindakan medis yang tepat terhadap penyakit, lebih khusus untuk penyakit
saluran pernafasan sering dipandang sebagai halangan yang memberatkan.
Penyakit paru dan
saluran napas merupakan pernyakit yang tingkat kejadianya cukup luas dan dapat
menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan suku bangsa. Paru merupakan organ vital bagi tubuh,
sehingga kesehatan paru sangatlah penting untuk dijaga. Lingkungan yang kotor,
polusi udara yang kian bertambah berat serta pola hidup tidak sehat menyebabkan
penyakit paru. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab penyakit pada
saluran pernafasan dan paru, misalnya zat yang berasal dari lingkungan sekitar,
seperti polusi udara, bakteri, virus, dan lain sebagainya.
Pada beberapa
penyakit yang mengenai paru, ada beberapa keluhan-keluhan yang sering
ditemukan. Keluhan-keluhan itu adalah
batuk, dahak (sputum), sesak napas, batuk darah, sweezing (mengi), nyeri dada. Adapun beberapa jenis penyakit paru antara
lain: Tuberculosis Paru, Bronkhiektasis, Bronchitis Kronik, Asma Bronkhiale,
Pneumonia, dan efusi Pleura.
Untuk membantu
mengatasi permasalahan tersebut penulis mencoba membuat program sistem pakar
yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah-masalah penyakit saluran
pernafasan bagian bawah dan paru khususnya yang sering muncul dan di alami oleh
manusia. Perhitungan ketidakpastian diperlukan dalam sistem pakar untuk dapat
meyakinkan pasien (pengguna sistem) akan hasil diagnosa yang dihasilkan
sehingga sistem pakar yang dibuat benar-benar seperti layaknya diagnosa seorang
dokter sebagai pakar dalam bidang tersebut. Oleh karena itu dibangun suatu
sistem pakar yang dapat membantu intelektual kesehatan, mahasiswa kedokteran
maupun pakar untuk mendiagnosa penyakit pada saluran pernafasan dan paru
menggunakan metode certainty factor (CF).
1.2
Tujuan
·
Memberikan wawasan dalam pengenalan sistem pakar Untuk Mendeteksi Penyakit Saluran Pernapasan
·
Untuk membantu mengatasi masalah-masalah penyakit saluran
pernafasan bagian bawah dan paru khususnya yang sering muncul dan di alami oleh
manusia.
1.3
Metode Penelitian
aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada
saluran pernafasan dan paru menggunakan metode certainty factor (CF). Langkah
yang dilakukan dalam suatu penelitian meliputi pengumpulan data dan proses
analisis. Selanjutnya data tersebut diolah untuk mendapatkan kesimpulan. Dalam
penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem Waterfall (Model Air
Terjun) yaitu analisis dan definis persyaratan, perancangan sistem dan
perangkat lunak, implementasi sistem (coding) dan pengujian unit, integrasi dan
pengujian sistem kemudian operasi dan pemeliharaan.
1.4
Pembahasan
Dari masing-masing proses tahap pengembangan sistem
didapatkan hasil sebagai berikut :
a. Pengumpulan
Kebutuhan Sistem Proses pengumpulan kebutuhan sistem dimulai dengan analisis
kebutuhan sistem. Analisis dilakukan dengan mewawancarai dokter spesialis
sebagai pakar yang berkompeten. Hasilnya
antara lain data penyakit pada saluran pernafasan dan paru, penyebab penyakit,
gejala penyakit, dan solusi untuk masing-masing penyakit.
b. Membangun
Basis Pengetahuan Dalam pembuatan dan membangun Sistem Pakar, langkah-langkah
yang selanjutnya digunakan adalah menentukan basis pengetahuan (knowledge
base). Dengan membentuk basis pengetahuan, berarti memasukkan fakta-fakta yang
dibutuhkan oleh system.
1.5
Kelebihan Jurnal
Dalam jurnal ini banyak sekali metode yang bisa kita
pelajari seperti salah satunya CERTAINTY FACTOR (Faktor kepastian). Digunakan mengakomadasi
ketidakpastian pemikiran (inexact reasoning) seorang pakar. Teori ini
berkembang bersamaan dengan pembuatan sistem pakar MYCIN. CF merupakan nilai
parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan.
Kelebihan dari metode CF adalah dapat mengukur sesuatu yang pasti atau tidak
pasti dalam pengambilan keputusan pada sistem pakar diagnosa penyakit.
1.6
Kesimpulan
·
Perangkat
lunak yang dihasilkan mampu mengidentifikasi penyakit dengan mendokumentasikan
informasi mengenai pengetahuan dari pakar (dokter spesialis pernafasan dan
paru).
·
Sistem Pakar memberikan solusi dan
alternative dengan membangun suatu sistem pakar diagnosa penyakit pernapasan
yang akurat dan cepat yang bertujuan untuk mempermudah seorang dokter dan
pasien. Salah satu cara dalam membangun suatu sistem pakar diagnosa penyakit
yang sederhana, cepat dan akurat seperti yang peneliti kembangkan sekarang
dibutuhkan dalam suatu sistem tersebut dengan adanya pemahaman dan pembelajaran
maka suatu aplikasi yang sederhana akan tercipta dan sistem akan dapat
digunakan untuk mendiagnosa gejala yang ada sehingga sistem akan cepat mengetahui
penyakit yang diderita.
Daftar Pustaka
[1] Wijaya, Indriani., 2010, Buku Pintar
Atasi Asma, Pinang Merah.Yogyakarta
[2]
Nurman A, Fajrin., 2009, Sistem Pakar untuk Menangani Penyakit Jantung
dengan Metode Certainty Factor. Skripsi S1, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
[3]
Kusumadewi, Sri., 2003, Artificial Intelligence (Teknik dan
Aplikasinya), Graha Ilmu, Yogyakarta.
[4]
Santosa, Slamet., 2006, Sistem Pakar untuk Mendeteksi Penyakit Saluran
Pernapasan, Skripsi S1, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
[5]
Rusli, Fita., 2008, Sistem Pakar untuk Mendiagnosa secara Medis Penyakit
Paru Menggunakan logika Fuzzy, Skripsi S1, Universitas Ahmad Dahlan,
Yogyakarta.
LINK
JURNAL :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar